Warga Geger, Pria Ditemukan Tewas di Area Tower di Palopo

Proses evakuasi mayat pria yang ditemukan tewas di area tower Indosat di Kota Palopo, Minggu (13/7/2025). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Minggu sore (13/7/2025), suasana di Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo, mendadak gempar.

Seorang pria ditemukan tak bernyawa di sekitar area tower Indosat yang terletak di kawasan Pepabri.

Kepastian penemuan mayat ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi.

BACA JUGA: Pria Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kos Makassar

“Benar, telah ditemukan sesosok mayat laki-laki di area tower Indosat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Korban diketahui bernama Vicky Pratama, 32 tahun, warga Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Informasi dari saksi mata menyebutkan, korban sempat terlihat memanjat struktur tower.

Tak lama berselang, terdengar suara ledakan keras.

Warga yang mendekat kemudian mendapati tubuh korban sudah tergeletak di tanah.

“Kami telah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk yang pertama kali melihat korban memanjat tower,” tambah Supriadi.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa Vicky memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sang ibu bahkan mengungkapkan bahwa korban seharusnya dijadwalkan menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Batara Guru, Kabupaten Luwu.

Namun, sebelum sempat dibawa, ia telah meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Polisi menduga korban bisa masuk ke lokasi tower melalui pintu yang dalam keadaan tidak terkunci.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Sawerigading Palopo untuk proses identifikasi.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah patah tulang di lengan, paha, pipi, serta luka terbuka di bagian pinggang.

Sekitar pukul 18.57 Wita, jenazah dibawa ke kampung halamannya di Siwa, Kabupaten Wajo, untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menolak autopsi lebih lanjut terhadap jasad korban.

Peristiwa ini menuai reaksi dari warga sekitar.

Mereka menilai kelalaian dalam sistem pengamanan area tower menjadi faktor utama yang memungkinkan tragedi tersebut terjadi.

“Pintu masuk ke area tower seharusnya selalu terkunci. Ini jelas bentuk kelalaian. Kalau keamanannya ketat, orang luar tidak akan bisa masuk begitu saja,” ujar Aldi, salah seorang warga.

Ia pun mendesak pihak pengelola tower untuk segera membenahi sistem pengamanan di lokasi tersebut guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *